Magabutri

Berita, Berita Organisasi

Ketua Umum MAGABUTRI Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan Bersama Ratusan Ribu Umat Lintas Agama di Monas

Jakarta, 1 Agustus 2026 – Ketua Umum Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (MAGABUTRI), Permadi Sutjiono, SE., S.Dt.B, menghadiri undangan Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum kebersamaan lintas agama dalam memanjatkan doa bagi persatuan bangsa, kedamaian, dan kemajuan Indonesia menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia beserta jajaran Kementerian Agama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Drs. Supriyadi, M.Pd., Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Dr. Triroso, S.Ag., M.M., M.Pd., para Ketua Majelis Agama Buddha, para Ketua Organisasi Keagamaan Buddha, tokoh-tokoh lintas agama, serta sekitar 200.000 peserta dari berbagai agama dan elemen masyarakat yang memadati kawasan Monas.

Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kerukunan umat beragama serta mempererat persatuan bangsa melalui nilai-nilai spiritual dan kebangsaan. Seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing sebagai ungkapan syukur atas perjalanan bangsa Indonesia sekaligus memohon keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kehadiran Ketua Umum MAGABUTRI, Permadi Sutjiono, mencerminkan komitmen Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga harmoni kehidupan beragama serta memperkokoh semangat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Menurutnya, keberagaman agama merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dirawat melalui dialog, kerja sama, dan saling menghormati.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Drs. Supriyadi, M.Pd., mengajak seluruh umat Buddha untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang damai, rukun, dan berkeadaban melalui pengamalan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

Melalui keikutsertaan dalam Zikir dan Doa Kebangsaan ini, MAGABUTRI menegaskan dukungannya terhadap penguatan moderasi beragama, persatuan nasional, serta semangat gotong royong lintas agama sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, harmonis, dan sejahtera.

Apabila kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia atau pejabat tinggi negara lainnya, saya juga dapat menambahkan unsur tersebut sehingga berita menjadi lebih lengkap dan sesuai dengan rangkaian acara resmi.

Berita, Berita Organisasi, Wagabutri

Ketua Umum MAGABUTRI dan WAGABUTRI Hadiri Rapat Koordinasi Organisasi Keagamaan Buddha serta Purna Tugas Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha

Jakarta, 30 Juni 2026 – Ketua Umum Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (MAGABUTRI), Permadi Sutjiono, SE., S.Dt.B, bersama Ketua Umum Wanita Agama Buddha Tridharma Indonesia (WAGABUTRI), Iriannie Widjaja, SE., menghadiri Rapat Koordinasi Organisasi Keagamaan Buddha yang dirangkaikan dengan acara purna tugas Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha, Nyoman Suryadharma, S.Pd., M.Pd., M.Pd.B, pada Kamis (30/6/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Aula H.M. Rasjidi, Kementerian Agama Republik Indonesia, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta Pusat, menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan seluruh organisasi keagamaan Buddha dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan umat, serta pengembangan pendidikan keagamaan Buddha di Indonesia.

Acara dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Drs. Supriyadi, M.Pd., Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Dr. Triroso, S.Ag., M.M., M.Pd., Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha, Nyoman Suryadharma, S.Pd., M.Pd., M.Pd.B, para pimpinan lembaga keagamaan Buddha, para Ketua Majelis Agama Buddha, Ketua Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN), para Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha, Kepala Seksi, serta para Penyelenggara Buddha dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas berbagai program strategis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha yang memerlukan dukungan dan kolaborasi seluruh organisasi keagamaan Buddha. Pertemuan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi, koordinasi, dan komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan keagamaan Buddha yang semakin berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan umat.

 

Baca juga :

HUT ke-9 WAGABUTRI Berlangsung Meriah, Perkuat Peran Perempuan Buddha Tridharma dalam Melestarikan Budaya dan Mempererat Persaudaraan

 

Momentum tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan atas purna tugas Nyoman Suryadharma, S.Pd., M.Pd., M.Pd.B setelah mengabdikan diri sebagai Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha. Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, para peserta menyampaikan apresiasi atas dedikasi, kepemimpinan, serta berbagai kontribusi beliau dalam memajukan pembinaan kehidupan beragama dan pendidikan Buddha di Indonesia.

Ketua Umum MAGABUTRI, Permadi Sutjiono, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian Nyoman Suryadharma yang selama ini telah menjalin sinergi yang baik dengan berbagai majelis dan lembaga keagamaan Buddha. Menurutnya, kolaborasi yang telah terbangun menjadi fondasi penting bagi penguatan kehidupan umat Buddha di Indonesia.

 

Baca juga :

Ketua Umum MAGABUTRI dan WAGABUTRI Hadiri Sannipata Nasional 2026 Bertema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”

 

Senada dengan itu, Ketua Umum WAGABUTRI, Iriannie Widjaja, turut mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras Nyoman Suryadharma selama menjalankan amanah sebagai Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha. Ia berharap semangat pengabdian yang telah ditunjukkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan pelayanan kepada umat dan bangsa.

Kehadiran MAGABUTRI dan WAGABUTRI dalam kegiatan ini menegaskan komitmen kedua organisasi untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pembinaan umat, serta mendukung terwujudnya kehidupan beragama yang harmonis, moderat, dan berlandaskan nilai-nilai Dharma.

Berita, Berita Organisasi, Wagabutri

HUT ke-9 WAGABUTRI Berlangsung Meriah, Perkuat Peran Perempuan Buddha Tridharma dalam Melestarikan Budaya dan Mempererat Persaudaraan
Dirjen Bimas Buddha RI, Bpk. Supriyadi didampingi oleh Bpk. Lim Tong Let (Pembina Yayasan Global Persada Mandiri), Ketum MAGABUTRI Bpk. Permadi Sutdjiono, Penyelenggara Buddha Kota Bekasi dan Bogor Bpk. Eddwin dan Bpk. Handrian Wijaya memasuki Gedung GPM Ballroom Bekasi

Bekasi, 27 Juni 2026 – Wanita Agama Buddha Tridharma Indonesia (WAGABUTRI) sukses menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Aula Ballroom Sekolah Global Persada Mandiri, Bekasi, Jawa Barat.

Mengusung semangat persatuan, kebersamaan, dan pelestarian budaya bangsa, kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dan kontingen WAGABUTRI dari berbagai provinsi di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi (Drs. Supriyadi, M.Pd.), Ketua Umum Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (MAGABUTRI) Permadi Sutjiono, SE., S.Dt.B., Ketua Umum WAGABUTRI Iriannie Widjaja,SE., S.Dt.B, Ketua Umum Pemuda Tridharma Indonesia (PETRISIA) Lestari Agustin, S.Pd., Ketua Dharma Wanita Persatuan Ditjen Bimas Buddha Ariyani Kartini, SE., Ketua Panitia HUT Handwiyani, SE., M.Pd., Penyelenggara Buddha Kota Bekasi Edwin, S.Kom., Penyelenggara Buddha Kabupaten Bogor Handrian Wijaya, SE., M.M., serta Ketua Yayasan Global Persada Mandiri Dariyanto, S.Kom.,M.Pd.

Rangkaian acara diawali dengan defile kontingen WAGABUTRI dari berbagai provinsi yang menampilkan kekompakan, semangat persaudaraan, serta keberagaman budaya Nusantara. Defile tersebut menjadi simbol persatuan perempuan Buddha Tridharma dari berbagai daerah dalam satu semangat kebersamaan.

Selanjutnya, acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Yayasan Global Persada Mandiri, Dariyanto, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Sekolah Global Persada Mandiri sebagai tuan rumah penyelenggaraan HUT ke-9 WAGABUTRI. Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat nilai-nilai pendidikan, kebudayaan, dan persaudaraan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum PETRISIA, Lestari Agustin, yang mengajak generasi muda untuk terus bersinergi dengan WAGABUTRI dalam melestarikan budaya bangsa sekaligus mengembangkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha melalui berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan.

Ketua Umum MAGABUTRI, Permadi Sutjiono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa WAGABUTRI telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembinaan umat Buddha Tridharma. Selama sembilan tahun perjalanan organisasi, WAGABUTRI dinilai berhasil menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi umat, keluarga, dan masyarakat.

Sambutan Ketua Umum MAGABUTRI - Bpk.Permadi Sutjiono, SE., S.Dt.B.,

Ketua Umum WAGABUTRI, Iriannie Widjaja, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus, panitia, serta kontingen dari berbagai provinsi yang telah berpartisipasi menyukseskan peringatan HUT ke-9. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan kualitas organisasi, mempererat persaudaraan, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pelestarian budaya.

Sambutan Ketua Umum WAGABUTRI - Ibu Iriannie Widjaja,SE., S.Dt.B,

Dalam sambutan sekaligus arahannya, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, memberikan apresiasi atas eksistensi WAGABUTRI yang selama ini aktif mendukung program-program pembinaan umat Buddha. Beliau berharap WAGABUTRI terus menjadi organisasi perempuan Buddha yang profesional, mandiri, inovatif, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis, moderat, dan penuh toleransi.

Penyerahan Plakat Ucapan Terima Kasih dari Ketua Umum WAGABUTRI kepada Dirjen Agama Buddha RI

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang berlangsung meriah, antara lain Lomba Kebaya Nusantara, Lomba Menghias Tumpeng, dan Lomba Paduan Suara. Seluruh peserta menampilkan kreativitas, kekompakan, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan.

 

Acara semakin semarak dengan berbagai hiburan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Pada penghujung kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang setiap perlombaan dan membagikan berbagai hadiah serta doorprize yang disambut antusias oleh seluruh peserta.

Ketua Panitia, Handwiyani, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk para tamu undangan, panitia, sponsor, relawan, serta seluruh kontingen WAGABUTRI yang telah berkontribusi menyukseskan peringatan HUT ke-9.

Peringatan HUT ke-9 WAGABUTRI menjadi momentum untuk memperkokoh persaudaraan, meningkatkan semangat pelayanan, memperkuat peran perempuan Buddha Tridharma dalam pembangunan karakter bangsa, serta melestarikan kekayaan budaya Indonesia sebagai bagian dari pengabdian kepada agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

Kik Gambar Info Lebih Lanjut

Berita, Berita Organisasi, Wagabutri

Ketua Umum MAGABUTRI dan WAGABUTRI Hadiri Sannipata Nasional 2026 Bertema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”

Jakarta, 19 Juni 2026 – Ketua Umum Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia, Permadi Sutjiono, S.E., S.Dt.B., bersama Ketua Umum WAGABUTRI, Irrianie Wijaya, S.E., menghadiri kegiatan Sannipata Nasional 2026 yang diselenggarakan pada Jumat (19/6/2026) di Aula H.M. Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta Pusat.

 

Baca juga :

Sambut Waisak 2570 B.E., Pimpinan Magabutri dan Wagabutri Hadiri Lokakarya Borobudur di Kemenag RI

 

Kegiatan nasional yang mengangkat tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” tersebut dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia beserta jajaran staf khusus, staf ahli, tenaga ahli, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, serta perwakilan pejabat Eselon I Kementerian Agama Republik Indonesia. Turut hadir pula jajaran Dewan Pimpinan Pusat WALUBI, Ketua PERMABUDHI, serta para pimpinan majelis dan organisasi keagamaan Buddha dari berbagai wilayah di Indonesia.

Sannipata Nasional 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan para pemimpin dan tokoh umat Buddha untuk memperkuat sinergi, persatuan, dan komitmen bersama dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Dharma di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Melalui tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, para peserta diajak untuk merefleksikan ajaran Buddha sebagai landasan moral dalam membangun kehidupan yang harmonis, toleran, dan penuh kasih sayang.

Info Lebih Lanjut Klik Disini

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum MAGABUTRI, Permadi Sutjiono, S.E., S.Dt.B., menegaskan pentingnya peran organisasi keagamaan Buddha dalam memperkuat kerukunan umat beragama serta menumbuhkan semangat persaudaraan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai Dharma mengajarkan umat untuk mengedepankan kebijaksanaan, cinta kasih, dan penghormatan terhadap sesama sebagai fondasi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

 

Baca Juga :

Diklat dan Pelantikan Pandita Muda MAGABUTRI Provinsi Kepulauan Riau

 

Sementara itu, Ketua Umum WAGABUTRI, Irrianie Wijaya, S.E., menyampaikan bahwa keterlibatan aktif perempuan Buddhis dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial merupakan bagian penting dalam mendukung terciptanya masyarakat yang damai dan harmonis. Ia berharap semangat yang dibangun dalam Sannipata Nasional 2026 dapat terus diwujudkan melalui program-program nyata yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat luas.

Kehadiran MAGABUTRI dan WAGABUTRI dalam Sannipata Nasional 2026 menunjukkan komitmen kedua organisasi untuk terus mendukung upaya pemerintah dan seluruh komponen umat Buddha dalam memperkuat moderasi beragama, memperkokoh persatuan nasional, serta menyebarluaskan nilai-nilai Dharma sebagai kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.

Info Lebih Lanjut Klik Disini

Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, menjadi momentum penting bagi para pemimpin organisasi keagamaan Buddha untuk mempererat kerja sama dan memperkuat peran umat Buddha Indonesia dalam mewujudkan kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera.

Berita

Sambut Waisak 2570 B.E., Pimpinan Magabutri dan Wagabutri Hadiri Lokakarya Borobudur di Kemenag RI

JAKARTA – Semangat menyambut hari suci Waisak mulai terasa menyelimuti Ibu Kota. Dalam upaya memperdalam pemahaman spiritualitas Buddhis, Ketua Umum Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (Magabutri), Permadi S, SE. S.Dt.B, bersama Ketua Umum Wanita Agama Buddha Tridharma Indonesia (Wagabutri), Irrianie, SE., menghadiri kegiatan strategis bertajuk “Roadshow Lokakarya Borobudur, Jakarta” pada Rabu (6/5/2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula HM Rasyidi, Gedung Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat. Pertemuan ini merupakan bagian krusial dari rangkaian perayaan Vesākha Sānanda 2570 B.E. yang bertujuan mempersiapkan umat secara batiniah melalui refleksi mendalam atas warisan luhur bangsa.

Menghidupkan Kembali Spiritualitas Borobudur

Lokakarya tahun ini mengangkat tema besar yang provokatif sekaligus inspiratif: “Reinterpreting Borobudur: Hidden Meaning to Living Spiritual Values”. Pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan; ada keinginan kuat untuk mentransformasi cara pandang masyarakat terhadap Candi Borobudur.

Selama ini, Borobudur kerap dipandang sebagai objek wisata atau monumen sejarah yang statis. Namun, melalui lokakarya ini, Borobudur diposisikan kembali sebagai:

  • Sumber Nilai Hidup: Wadah pembelajaran etika dan moralitas yang tetap relevan dengan tantangan zaman modern.
  • Pusat Praktik Spiritual: Menggali makna tersembunyi di balik relief-relief untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Identitas Budaya yang Dinamis: Warisan yang memberikan panduan spiritual berkelanjutan bagi umat.

Dukungan Penuh dari Tokoh Tridharma

Kehadiran pimpinan tertinggi Magabutri dan Wagabutri dalam acara ini menjadi simbol dukungan kuat organisasi terhadap upaya penggalian nilai-nilai filosofis Borobudur.

​"Kehadiran kami merupakan bentuk komitmen untuk memastikan bahwa setiap relief dan struktur Borobudur tidak hanya dikagumi keindahannya, tetapi benar-benar dipahami sebagai panduan praktik kehidupan nyata,"

Melalui sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah dalam kegiatan ini, diharapkan perayaan Waisak 2570 B.E. menjadi momentum bagi umat Buddha di Indonesia untuk kembali ke akar spiritualitas yang inklusif dan mendalam.

Berita, Diklat, Pelantikan

Diklat dan Pelantikan Pandita Muda MAGABUTRI Provinsi Kepulauan Riau

Batam, Kepulauan Riau – Pengurus Pusat MAGABUTRI (PP MAGABUTRI) kembali menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pandita sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas pandita Tridharma, khususnya di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

 

Kegiatan diklat dilaksanakan secara daring (online) selama beberapa bulan dengan materi yang terstruktur dan mendalam, mencakup ajaran Dharma, tata laksana upacara keagamaan, etika kepanditaan, serta penguatan peran pandita dalam kehidupan bermasyarakat. Para peserta memperoleh pembekalan dari berbagai narasumber, antara lain Dewan Rohaniwan, Dewan Pengawas Pusat, Pengurus Pusat MAGABUTRI, serta dosen dari STABN Sriwijaya.

Rangkaian diklat dilengkapi dengan evaluasi dan pendampingan untuk memastikan setiap peserta memiliki kesiapan yang matang sebelum menjalankan tugas pelayanan keagamaan.

 

Sebagai puncak kegiatan, dilaksanakan Pelantikan Pandita MAGABUTRI Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung secara khidmat di Vihara Cipta Dharma, Kota Batam. Dalam prosesi tersebut, sebanyak 2 (dua) orang Pandita Muda resmi dikukuhkan.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh PW MAGABUTRI Provinsi Kepulauan Riau, PD MAGABUTRI Kota Batam, serta perwakilan PERMABUDI. Selain itu, turut hadir Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Provinsi Kepulauan Riau, Kodo Eko Prayogo, S.Ag., dan Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam, Supriyanto, S.Pd.B., M.Pd.

Dalam sambutannya, Bapak Kodo Eko Prayogo, S.Ag. menyampaikan bahwa kehadiran MAGABUTRI di Kepulauan Riau, khususnya di Kota Batam, meskipun relatif belum lama, namun telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dan menjadi perhatian berbagai pihak. Hal ini dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat pembinaan umat Buddha, khususnya dalam lingkup Tridharma.

Seiring dengan perkembangan MAGABUTRI di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Kota Batam, telah terbentuk pula organisasi PETRISIA Wilayah Kepulauan Riau dan SMB (Sekolah Minggu Buddhis) Cipta Tridharma di Vihara Cipta Tridharma sebagai bagian dari penguatan pembinaan umat dan generasi Tridharma di daerah tersebut.

Beliau juga mengingatkan bahwa peran pandita tidak hanya terbatas pada pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai pembimbing umat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan berlandaskan nilai-nilai Dharma.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pandita muda yang telah dilantik dapat menjalankan perannya secara optimal, menjadi pengayom umat, serta turut memperkuat peran MAGABUTRI dalam mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis, seimbang, dan penuh kebijaksanaan di Provinsi Kepulauan Riau.

Berita, Berita Organisasi

Ketua Umum PP Magabutri Buka Rapat Kerja Wilayah DKI Jakarta di Wihara Silaparamita

Jakarta, 15 Maret 2026 — Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (PP Magabutri), Permadi Sutjiono, SE., S.Dt.B, secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Magabutri Provinsi DKI Jakarta yang dilaksanakan di Aula Wihara Silaparamita pada Minggu, 15 Maret 2026.

Kegiatan Rakerwil ini dihadiri oleh jajaran pimpinan organisasi Magabutri dari berbagai tingkatan, antara lain Dewan Pengawas Magabutri, Dewan Rohaniwan Magabutri, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Magabutri DKI Jakarta, serta para Ketua Pengurus Daerah (PD) dari lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta yaitu Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Turut hadir pula para Ketua Cabang Wihara Magabutri yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Magabutri Permadi Sutjiono menyampaikan bahwa rapat kerja wilayah merupakan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mengevaluasi program kerja yang telah berjalan, serta merumuskan langkah-langkah strategis bagi pengembangan pelayanan umat dan organisasi Magabutri di tingkat wilayah maupun daerah.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus pusat, wilayah, daerah, hingga cabang wihara agar program-program keagamaan, sosial, dan pembinaan umat dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Rapat kerja wilayah ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, serta menyusun program-program yang relevan dengan kebutuhan umat dan perkembangan zaman,” ujar Permadi.

Sementara itu, Ketua PW Magabutri DKI Jakarta dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Umum PP Magabutri beserta jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Rohaniwan. Ia berharap Rakerwil ini dapat menghasilkan program kerja yang terarah, realistis, serta mampu memperkuat peran Magabutri dalam pembinaan umat Buddha Tridharma di DKI Jakarta.

 

Rapat kerja wilayah ini juga menjadi sarana diskusi dan penyampaian aspirasi dari para pengurus daerah dan cabang wihara terkait berbagai program pembinaan umat, penguatan organisasi, serta pengembangan kegiatan keagamaan di lingkungan Magabutri.

 

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi serta rencana kerja yang akan menjadi pedoman pelaksanaan program Magabutri di wilayah DKI Jakarta ke depan.

Berita, Berita Organisasi

Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Gelar Diskusi Terpumpun Rencana Pemasangan Chattra di Candi Borobudur Dalam Melestarikan Warisan Budaya

Jakarta, 3 Desember 2025 Dalam rangka upaya pelestarian dan pemugaran cagar budaya nasional, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) terkait rencana pemasangan chattra di Candi Borobudur. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 3 Desember 2025, pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta.

Ruang Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta.

Diskusi ini bertujuan untuk menghimpun masukan, tanggapan, serta saran dari berbagai pihak, baik akademisi, tokoh budaya, praktisi pemugaran cagar budaya, maupun perwakilan organisasi keagamaan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memberikan perspektif yang komprehensif sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait rencana pemasangan chattraelemen simbolik yang memiliki nilai sejarah dan spiritual—di puncak Candi Borobudur.

Baca juga :

Liem Giok Sui Kembali Menjadi Nakhoda Magabutri Provinsi Banten Periode 2025-2029

 

Salah satu pihak yang turut hadir dalam forum tersebut adalah MAGABUTRI (Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia), diwakili langsung oleh Ketua Umum, Bapak Permadi Sutjiono, S.E., S.Dt.B. Kehadiran MAGABUTRI menjadi bentuk dukungan dan partisipasi aktif organisasi dalam pelestarian warisan budaya, khususnya yang berkaitan dengan sejarah dan pengembangan Agama Buddha Tridharma di Indonesia.

Foto Bersama Ketua Umum Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia Permadi Sutjiono, S.E., S.Dt.B.dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc.

Dalam kesempatan ini, perwakilan MAGABUTRI menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah yang membuka ruang dialog dan kolaborasi. Pelibatkan berbagai unsur masyarakat dinilai sebagai langkah positif dalam menjaga nilai-nilai historis dan spiritual Candi Borobudur tanpa mengabaikan aspek konservasi.

Diskusi Kelompok TerpumpunPemasangan Chattra Candi Borobudur” ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas keagamaan, dan pemangku kepentingan budaya. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercapai kesepahaman bersama demi menjaga kelestarian Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia sekaligus tempat suci yang memiliki nilai mendalam bagi umat Buddha.

 

Baca juga :

STABN Sriwijaya dan Magabutri Tanda Tangan MoU: Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Buddha

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan produktif, menandai komitmen bersama dalam merawat dan memuliakan peninggalan sejarah bangsa Indonesia. (Red)

 

#MAGABUTRI #Budaya #AgamaBuddha #CandiBorobudur

Berita, Berita Organisasi

Liem Giok Sui Kembali Menjadi Nakhoda Magabutri Provinsi Banten Periode 2025-2029

Tangerang, 16 November 2025 — Musyawarah Wilayah Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (Magabutri) Provinsi Banten sukses diselenggarakan pada Minggu, 16 November 2025, bertempat di ruang serbaguna Restaurant Roem, Tangerang, Banten. Dalam forum musyawarah tersebut, Bapak Liem Giok Sui secara resmi terpilih kembali sebagai Ketua Magabutri Provinsi Banten untuk masa bakti 2025–2029.

 

Terpilihnya Bapak Liem Giok Sui pada pemilihan ini merupakan bukti kepercayaan dan apresiasi seluruh umat Tridharma provinsi Banten atas dedikasi dan kontribusi Bapak Liem Giok Sui selama periode kepengurusan sebelumnya.

Sambutan Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia
Permadi Sutjiono, SE., S.Dt.B.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Pengurus Pusat Magabutri, Permadi Sutjiono, SE., S.Dt.B, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan atas kinerja Bapak Liem Giok Sui pada periode pertama kepemimpinannya dan berharap beliau dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik.

“Kami mengapresiasi kerja keras dan pengabdiannya selama periode sebelumnya. Selamat bertugas kembali kepada Saudara Liem Giok Sui. Semoga kepengurusan baru ini dapat semakin menata dan bersinergi dalam kebersamaan untuk kemajuan Tridharma di Provinsi Banten,” ujar Permadi.

Acara Musyawarah Wilayah ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan Magabutri, di antaranya Pembimas Buddha Provinsi Banten, Sujiyanto, S.Ag.; Ketua Umum PP Magabutri, Permadi Sutjiono, SE., S.Dt.B; Sekretaris Jenderal PP Magabutri, (Romo Iwan SK) ; Ketua Magabutri Provinsi Jawa Barat (Romo Suherman Ning Jaya), Ketua Magabutri provinsi DKI Jakarta (dr.Mardjuki Tjandra), Dewan Pengawas Magabutri (dr.Untung Darmawan) dan (Romo Pramana Winardi, S. Dt. B), serta Dewan Rohaniwan Magabutri.

Dengan terpilihnya kembali Ketua Magabutri Provinsi Banten untuk periode kedua, diharapkan Magabutri semakin solid dalam menjalankan misi keagamaan dan pengabdian sosial bagi masyarakat Tridharma di wilayah Banten. Terus maju dan berkarya untuk Dharma, bangsa, dan negara. (Red)

Berita, Persembahyangan, Puja Bakti

Persembahyangan Cioko di Pusdiklat Bumi Tridharma: Menghormati Arwah dan Mempererat Kebersamaan

Cianjur, Minggu, 14 September 2025 – menjadi saksi pelaksanaan ritual tahunan persembahyangan Cioko, sebuah tradisi penting dalam ajaran Tridharma. Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini bertujuan untuk mendoakan dan menghormati para arwah, khususnya arwah leluhur dan arwah yang terlantar. Ritual ini juga dikenal dengan sebutanSembahyang Hantu KelaparanatauSembahyang Rebutan“, di mana masyarakat berbagi atau memperebutkan sesaji makanan dan kertas arwah sebagai bentuk kepedulian dan perbekalan bagi arwah agar tidak mengganggu kehidupan manusia.

Ajaran Tridharma menekankan pada tiga kebajikan utama: kebijaksanaan, cinta kasih, dan kasih sayang. Di Indonesia, umat Tridharma tersebar di berbagai wilayah, termasuk yang terwakili dalam Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia.

Baca juga : STABN Sriwijaya dan Magabutri Tanda Tangan MoU: Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Buddha

Ritual Cioko sendiri memiliki makna mendalam. Selain menghormati leluhur, ritual ini juga melibatkan pembagian sesaji sebagai bentuk kepedulian terhadap arwah yang tidak memiliki keluarga. Hal ini mencerminkan nilai-nilai luhur dalam ajaran Tridharma yang mengedepankan kasih sayang dan kepedulian sosial.

Perayaan Cioko bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga merupakan momen untuk mempererat tali silaturahmi antarumat dan masyarakat. Pembagian sesaji yang menjadi ciri khas ritual ini menciptakan suasana kebersamaan dan kepedulian.

 

Baca juga : Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Magabutri Tahun 2025

Persembahyangan Cioko yang dilakukan umat Tridharma ini menjadi salah satu bukti kekayaan tradisi keagamaan di Indonesia.

Dalam konteks yang lebih luas, Tridharma juga memiliki luaran dan capaian pembelajaran. Ini menunjukkan bahwa ajaran Tridharma tidak hanya bersifat spiritual tetapi juga berorientasi pada pengembangan diri dan masyarakat.

Ketua Umum Majaelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (MAGABUTRI) - Bpk. Permadi Sutjiono, S.E., S.Dt.B

Pelaksanaan persembahyangan Cioko di Pusdiklat Bumi Tridharma hari ini menjadi pengingat akan pentingnya menghormati leluhur dan arwah, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian dalam masyarakat. Acara ini menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi keagamaan yang kaya di Indonesia.(Red)