JAKARTA – Semangat menyambut hari suci Waisak mulai terasa menyelimuti Ibu Kota. Dalam upaya memperdalam pemahaman spiritualitas Buddhis, Ketua Umum Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (Magabutri), Permadi S, SE. S.Dt.B, bersama Ketua Umum Wanita Agama Buddha Tridharma Indonesia (Wagabutri), Irrianie, SE., menghadiri kegiatan strategis bertajuk “Roadshow Lokakarya Borobudur, Jakarta” pada Rabu (6/5/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula HM Rasyidi, Gedung Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat. Pertemuan ini merupakan bagian krusial dari rangkaian perayaan Vesākha Sānanda 2570 B.E. yang bertujuan mempersiapkan umat secara batiniah melalui refleksi mendalam atas warisan luhur bangsa.
Menghidupkan Kembali Spiritualitas Borobudur
Lokakarya tahun ini mengangkat tema besar yang provokatif sekaligus inspiratif: “Reinterpreting Borobudur: Hidden Meaning to Living Spiritual Values”. Pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan; ada keinginan kuat untuk mentransformasi cara pandang masyarakat terhadap Candi Borobudur.
Selama ini, Borobudur kerap dipandang sebagai objek wisata atau monumen sejarah yang statis. Namun, melalui lokakarya ini, Borobudur diposisikan kembali sebagai:
Sumber Nilai Hidup: Wadah pembelajaran etika dan moralitas yang tetap relevan dengan tantangan zaman modern.
Pusat Praktik Spiritual: Menggali makna tersembunyi di balik relief-relief untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Identitas Budaya yang Dinamis: Warisan yang memberikan panduan spiritual berkelanjutan bagi umat.
Dukungan Penuh dari Tokoh Tridharma
Kehadiran pimpinan tertinggi Magabutri dan Wagabutri dalam acara ini menjadi simbol dukungan kuat organisasi terhadap upaya penggalian nilai-nilai filosofis Borobudur.
"Kehadiran kami merupakan bentuk komitmen untuk memastikan bahwa setiap relief dan struktur Borobudur tidak hanya dikagumi keindahannya, tetapi benar-benar dipahami sebagai panduan praktik kehidupan nyata,"
Melalui sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah dalam kegiatan ini, diharapkan perayaan Waisak 2570 B.E. menjadi momentum bagi umat Buddha di Indonesia untuk kembali ke akar spiritualitas yang inklusif dan mendalam.
Batam, Kepulauan Riau – Pengurus Pusat MAGABUTRI (PP MAGABUTRI) kembali menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pandita sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas pandita Tridharma, khususnya di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan diklat dilaksanakan secara daring (online) selama beberapa bulan dengan materi yang terstruktur dan mendalam, mencakup ajaran Dharma, tata laksana upacara keagamaan, etika kepanditaan, serta penguatan peran pandita dalam kehidupan bermasyarakat. Para peserta memperoleh pembekalan dari berbagai narasumber, antara lain Dewan Rohaniwan, Dewan Pengawas Pusat, Pengurus Pusat MAGABUTRI, serta dosen dari STABN Sriwijaya.
Rangkaian diklat dilengkapi dengan evaluasi dan pendampingan untuk memastikan setiap peserta memiliki kesiapan yang matang sebelum menjalankan tugas pelayanan keagamaan.
Sebagai puncak kegiatan, dilaksanakan Pelantikan Pandita MAGABUTRI Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung secara khidmat di Vihara Cipta Dharma, Kota Batam. Dalam prosesi tersebut, sebanyak 2 (dua) orang Pandita Muda resmi dikukuhkan.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh PW MAGABUTRI Provinsi Kepulauan Riau, PD MAGABUTRI Kota Batam, serta perwakilan PERMABUDI. Selain itu, turut hadir Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Provinsi Kepulauan Riau, Kodo Eko Prayogo, S.Ag., dan Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam, Supriyanto, S.Pd.B., M.Pd.
Dalam sambutannya, Bapak Kodo Eko Prayogo, S.Ag. menyampaikan bahwa kehadiran MAGABUTRI di Kepulauan Riau, khususnya di Kota Batam, meskipun relatif belum lama, namun telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dan menjadi perhatian berbagai pihak. Hal ini dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat pembinaan umat Buddha, khususnya dalam lingkup Tridharma.
Seiring dengan perkembangan MAGABUTRI di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Kota Batam, telah terbentuk pula organisasi PETRISIA Wilayah Kepulauan Riau dan SMB (Sekolah Minggu Buddhis) Cipta Tridharma di Vihara Cipta Tridharma sebagai bagian dari penguatan pembinaan umat dan generasi Tridharma di daerah tersebut.
Beliau juga mengingatkan bahwa peran pandita tidak hanya terbatas pada pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai pembimbing umat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan berlandaskan nilai-nilai Dharma.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pandita muda yang telah dilantik dapat menjalankan perannya secara optimal, menjadi pengayom umat, serta turut memperkuat peran MAGABUTRI dalam mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis, seimbang, dan penuh kebijaksanaan di Provinsi Kepulauan Riau.