MAGABUTRI Apresiasi Langkah Cepat Ditjen Bimas Buddha dalam Pendayagunaan Bantuan Lembaga Keagamaan Buddha
Jakarta, 8 September 2026 – Ketua Umum Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (MAGABUTRI), Permadi Sutjiono, SE., S.Dt.B., bersama Ketua Umum Wanita Agama Buddha Tridharma Indonesia (WAGABUTRI), Iriannie Widjaja, S.E., S.Dt.B., dan Ketua Umum Pemuda Tridharma Indonesia, Lestari Agustin, SE., menghadiri Rapat Koordinasi tentang Pendayagunaan Bantuan Lembaga Keagamaan Buddha, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta Pusat. Rapat koordinasi menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dengan majelis serta organisasi keagamaan Buddha dalam rangka memastikan bantuan lembaga keagamaan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi pelayanan kepada umat Buddha.
Turut hadir Plt. Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha, Dr. Budi Sulistiyo, S.Ag., M.Pd., M.H., serta para Ketua Majelis Agama Buddha dan pimpinan organisasi keagamaan Buddha.
Dalam rapat tersebut, dilakukan koordinasi dan pembahasan mengenai pendayagunaan bantuan bagi lembaga keagamaan Buddha. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung penguatan kelembagaan sekaligus meningkatkan kapasitas lembaga keagamaan Buddha dalam menjalankan fungsi pelayanan, pembinaan, dan pengembangan kehidupan keagamaan umat.
Ketua Umum MAGABUTRI, Permadi Sutjiono, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha dalam mendorong pendayagunaan bantuan bagi lembaga keagamaan Buddha.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Ditjen Bimas Buddha dalam rangka pendayagunaan bantuan lembaga keagamaan Buddha. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi lembaga keagamaan Buddha dalam memberikan pelayanan kepada umat Buddha,” ungkap Permadi.
Permadi Sutjiono, SE., S.Dt.B.
Menurut Permadi, dukungan pemerintah melalui program bantuan tersebut memiliki arti penting bagi keberlangsungan dan peningkatan kualitas pelayanan lembaga keagamaan Buddha. Dengan adanya dukungan yang tepat, lembaga keagamaan diharapkan semakin mampu menjalankan berbagai program pembinaan umat secara efektif dan berkelanjutan.
Permadi juga menekankan bahwa pendayagunaan bantuan perlu dilakukan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada manfaat. Dengan demikian, bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar dapat dirasakan oleh umat melalui peningkatan kualitas pelayanan keagamaan di berbagai daerah.
Ia berharap koordinasi antara Ditjen Bimas Buddha dengan majelis dan organisasi keagamaan Buddha dapat terus diperkuat. Menurutnya, sinergi yang baik antara pemerintah dan lembaga keagamaan merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan pelayanan umat yang semakin berkualitas.
Kehadiran MAGABUTRI, WAGABUTRI, dan Pemuda Tridharma Indonesia dalam rapat koordinasi tersebut sekaligus menunjukkan komitmen organisasi keagamaan Buddha untuk mendukung program pemerintah serta ikut memastikan berbagai kebijakan dan program bantuan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan umat.
Rapat koordinasi diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret dalam optimalisasi pendayagunaan bantuan lembaga keagamaan Buddha, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan seluruh komponen umat Buddha dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis, mandiri, dan semakin memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
